
LOVE PURWOKERTO – Stadion Satria Purwokerto akhirnya tak lagi sakral. Setelah rangkaian kemenangan kandang yang sempurna sejak fase grup hingga babak 16 besar, Persibas Banyumas dipaksa harus menerima satu kenyataan pahit: rekor kemanangan kandang itu habis di saat paling krusial.
Kekalahan 0–1 dari Persak Kebumen pada leg pertama babak 8 besar Liga 4 PSSI Jawa Tengah menjadi peristiwa tumbang perdana Persibas di rumah sendiri, sore tadi, 1 Februari 2026.
Padahal sebelumnya, di Stadion Satria Purwokerto, kemenangan selalu berpihak. PPSM Magelang, PSIP Pemalang, hingga Persibangga dipulangkan dengan skor tipis 1–0 pada fase penyisihan grup.
Bahkan di babak 16 besar, Persikaba Blora dibuat tak berkutik lewat kemenangan telak 5–0.
Namun sepak bola tak hidup dari masa lalu.
Babak 8 besar leg pertama membuktikan satu hal: tuan rumah tak lagi otomatis berkuasa.
Data PSSI Jateng, dari empat laga 8 besar leg 1, tiga tuan rumah berguguran. Yaitu Persibas, Persik, dan Persebi sama-sama kalah.
Hanya Persiharjo yang mampu menjaga martabat kandang.
Hasil lengkap babak 8 besar leg pertama:
Persibas Banyumas 0–1 Persak Kebumen
Persik 0–1 Persibangga
Persebi Boyolali 1–2 PSIR Rembang
Persiharjo 1–0 PSD
Persibas Banyumas
Dominasi tanpa gol, peluang yang tak selesai dengan masuknya bola ke jaring lawan, dan satu momen lengah saat tendangan pojok Persak Kebumen membuyarkan konsentrasi hingga mampu mencuri kemenangan.
Kini ceritanya berubah total.
Salah satu suporter, M Fatih yang selalu setia dengan Persibas mengatakan, Rabu nanti 4 Februari 2026, Persibas harus membawa nyali, mental, dan kecerdasan bermain.
“Away ke kandang Persak bukan sekadar laga tandang, tapi ujian karakter,” katanya.
Tak ada lagi ruang untuk bergantung pada atmosfer, karena tekanan kini sepenuhnya ada di kepala pemain.
Kekalahan 0–1 memang belum menutup peluang. Tapi fakta berbicara tegas: Persibas harus mencetak gol dan menjaga konsentrasi penuh sepanjang laga.
Kesalahan sekecil apa pun akan berlipat ganda nilainya di fase gugur.
Rekor kandang sudah habis. Sekarang yang diuji bukan statistik, tapi keberanian untuk bangkit.
Dan di kandang Persak, Persibas akan menjawab satu pertanyaan besar: melaju atau benar-benar tersingkir? (ttg)