LOVE PURWOKERTO – Polresta Banyumas resmi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menjadi langkah awal untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Polresta Banyumas, Operasi Keselamatan Candi 2026 menitikberatkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

“Terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, serta selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” demikian kutipan tujuan operasi yang disampaikan Polresta Banyumas dalam rilis resminya di akun instagram.

Dalam operasi ini, jajaran kepolisian memprioritaskan penindakan terhadap 11 jenis pelanggaran, di antaranya pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm atau sabuk pengaman, melawan arus, hingga kendaraan over dimension dan over load (ODOL). Termasuk pula kendaraan tanpa TNKB atau menggunakan pelat nomor palsu.

Tak hanya penindakan, operasi ini juga dibarengi dengan edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat pengguna jalan. Petugas di lapangan terlihat aktif memberikan imbauan langsung demi meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Polresta Banyumas juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan menjaga keselamatan di jalan. Seperti pesan yang disampaikan dalam kampanye operasi ini,

Mayuh sing pada tertib ya lurr…” — sebuah ajakan khas ngapak agar warga Banyumas makin peduli pada keselamatan bersama.

Dengan digelarnya Operasi Keselamatan Candi 2026, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Banyumas dapat ditekan, sekaligus menciptakan budaya berkendara yang lebih disiplin dan berkeselamatan. (tangkaspamuji)


Tangkas Pamuji

Menjadi blogger dan copy writting kembali setelah beberapa tahun menjeda dari kehidupan tulis menulis.