
PURWOKERTO – Belum genap tiga tahun melakukan penetrasi pasar, Rokok HS terus memperluas pilihan produknya. Hingga kini, sudah ada 14 varian Rokok HS yang beredar di pasaran.
Terbaru, dalam tiga bulan terakhir, HS meluncurkan tiga varian sekaligus, yakni HS Bold isi 12 batang, HS Slim Double isi 20 batang, serta HS Kretek Matcha isi 12 batang.
Direktur Komersial Rokok HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan salah satu varian yang mendapat respons luar biasa dari pasar adalah HS Slim Double.
Varian ini menawarkan kombinasi rasa apel mint dan jeruk, dengan sensasi segar dalam kemasan slim berisi 20 batang.
“Ini menghasilkan sensasi fresh, rokok slim dalam kemasan isi 20 batang,” kata Tessa saat jumpa pers Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/8/2026).
Sementara HS Kretek Matcha merupakan produk Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang menawarkan aroma matcha saat dihisap.
“Ini sebuah rokok Sigaret Kretek Tangan yang dalam tarikannya memiliki aroma matcha, memberikan kesan menenangkan dan kekinian,” ujarnya.
Tiga Tahun, 14 Varian
Tessa menjelaskan perjalanan HS dimulai sekitar tiga tahun lalu dengan dua produk, yakni HS Filter 20 untuk segmen high tar dan HS Bold 20 untuk segmen hybrid.
Pada Agustus 2024, HS kemudian meluncurkan HS Kretek 12 Original, merespons pertumbuhan permintaan konsumen terhadap produk kretek.
Berlanjut Oktober 2024, HS masuk lebih dalam ke segmen low tar low nicotine (LTLN) melalui empat varian HS Slim, yakni HS Slim Original, HS Slim Menthol, HS Slim Fresh Mint dan HS Slim Purple.
Kemudian pada Juni 2025 diluncurkan HS Filter 12.
Tak berhenti di situ, September 2025 HS kembali memperkuat segmen LTLN melalui ukuran reguler 16 batang dengan tiga varian, yakni HS Mild Original, HS Mild Purple dan HS Mild Mango Ice.
“Jadi total kami sudah mengeluarkan 14 varian dalam waktu tiga tahun,” kata Tessa.
Banyumas Raya Jadi Pasar Penting
Pertumbuhan HS juga terasa di Banyumas Raya. Tak heran jika Purwokerto dipilih menjadi salah satu lokasi konser HS Hey Slank.
Tessa mengatakan respons pasar terhadap HS di Banyumas Raya terbilang positif.
“Pertumbuhan HS secara brand di Banyumas Raya alhamdulillah perkembangan dan respons pasarnya sangat baik sekali,” jelasnya.
Dari sisi distribusi, HS kini memiliki hampir 100 warga lokal yang bekerja dalam berbagai posisi, mulai dari salesman, admin finance, admin warehouse, merchandiser hingga tim leader dan supervisor.
Produk HS juga disebut telah menjangkau hampir 20 ribu toko di Banyumas Raya dan sekitarnya, mulai toko kelontong, semi grosir, grosir besar hingga jaringan toko modern nasional.
Dari sisi penjualan, hingga Juli 2026 HS mengklaim telah menjual hampir 100 juta batang atau sekitar 9.000 karton di wilayah tersebut.
Di Banyumas Raya, HS bekerja sama dengan partner distribusi PT Mantra Aji Logistik, dengan penetrasi pasar yang dimulai sejak tahun lalu.
Berdasarkan survei Nielsen pada semester pertama 2026, Tessa menyebut market share HS mengalami peningkatan sekitar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Secara brand ini, peningkatan market share terbesar kedua. Jadi untuk ukuran 1,5 tahun, alhamdulillah pertumbuhannya sangat baik sekali,” ujarnya.
Belum Diiklankan, Sudah Diburu Konsumen
Menariknya, varian HS Slim Double justru disebut langsung mendapat permintaan tinggi meski belum gencar dipromosikan.
Owner HS, Muhammad Suryo, mengaku permintaan terhadap produk tersebut dalam satu bulan terakhir sangat besar.
“Padahal seingat saya itu belum diiklankan ya. Mohon maaf belum merata di seluruh Indonesia, karena permintaannya yang sangat luar biasa, karena terbentur produksi,” kata Suryo.
Ia berharap dalam waktu dekat distribusi HS Slim Double bisa semakin merata ke berbagai wilayah Indonesia.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita ratakan seluruh Indonesia,” tambahnya.
Serap Hampir 8.000 Pekerja
Tak hanya bicara soal produk dan pasar, HS juga menyebut saat ini jumlah karyawannya telah mendekati 8.000 orang.
Menariknya, di antara para pekerja tersebut terdapat penyandang disabilitas serta masyarakat yang diterima bekerja meski sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja.
Pabrik HS yang berada di antaranya di Magelang dan Yogyakarta juga disebut menyerap banyak tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Dengan demikian, keberadaan industri tersebut tak hanya berbicara soal produksi rokok, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pabrik. (*/lovepurwokerto/ttg)